UMSIDA.AC.ID– Pengembangan keilmuan tentang kepanduan di Hizbul Wathan (HW) penting untuk diturunkan para pandu agar memiliki generasi penerus calon pemimpin Muhammadiyah di masa depan. Karena itulah pengkaderan terus dilakukan hingga kini setiap instansi pendidikan mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi berlabel Muhammadiyah pasti memiliki organisasi kepanduan yang bernama Hisbul Wathan.

Di Khafilah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), “Kepanduan HW kini telah memiliki angkatan ketiga dengan penambahan 18 kader baru pilihan,” kata ketua panitia Khilmiyatun Nadhiroh yang juga mahasiswa PGSD semester 5. Dilantik pada Sabtu-Ahad (20-21/01/2017) dalam rangkaian Diklat Penuntun di Pusdiklat Hizbul Wathan Purwodadi Pasuruan dengan tema “Terbinanya Pandu Penuntun Untuk Mewujudkan Eksistensi Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan”.

Bersilahturrahim dengan dua angkatan seniornya, ketua HW Umsida Aries Rhenaldi mengatakan bahwa Ke-18 kader baru penuntun HW tersebut benar-benar ingin mengembangkan keilmuan kepanduan di HW. Mereka sangat serius dan aktif mengikuti beberapa materi terkait kepemimpinan dan tata karma, kemuhammadiyaan, kepanduan dan ke-HW-an.

Menjelang dikukuhkan sebagai anggota baru, Kepala Kemahasiswaan Umsida Hamzah Setiawan mengomandani upacara penutupan dan berpesan kepada seluruh anggota, “Diklat ini bukanlah akhir dari sebuah proses, tetapi awal dari proses karena pandu penuntun adalah tingkatan paling tinggi setelah 3 pandu dibawahnya yaitu pandu Athfal, pandu pengenal, dan pandu peghela,” ungkap Hamzah mengawali upacara penutupan. “Akan tetapi diklat ini juga akhir dari diklat karena didalam Hizbul Wathan ada 4 macam diklat yang harus dipenuhi apabila kita mau menjadi pelatih dalam kepanduan yaitu jaya melati 1, jaya melati 2, jaya matahari 1, dan jaya matahari 2,” sambungnya.

Ideologi HW sejatinya sama dengan ideologi Muhamamdiyah karena HW adalah salah satu Ortom muhammadiyah, “Maka dari itu jangan dicampur dengan ideologi yang tidak sepaham dengan ideologi muhammadiyah apalagi memasukan organisasi lain ke dalam organisasi hizbul wathan karena ini bisa memecah belah anggota didalam organisasi HW tersebut,” pungkas Hamzah mengakhiri amanat penutupan diklat HW Penuntun.

Seusai upacara penutupan, kader baru dikukuhkan untuk menjadi anggota HW Umsida. Di alam terbuka, Hamzah lalu mengalungkan hasduk HW ke peserta dilanjutkan dengan pembacaan Undang-undang pandu HW. Dengan begitu, para Pandu Hizbul Wathan siap untuk selalu dapat dipercaya; setia dan teguh hati; siap menolong dan wajib berjasa; suka perdamaian dan persaudaraan; sopan santun dan perwira; menyayangi semua makhluk; melaksanakan perintah tanpa membantah; sabar dan pemaaf; teliti dan hemat; serta suci dalam hati, pikiran, perkataan dan perbuatan.

Selamat untuk kader penuntun angkatan ketiga, semoga amanah dalam mengimplementasikan undang-undang HW dimana saja berada, jaya selalu Hizbul Wathan UMSIDA! Fastabiqul Khoirot. (hamzah/dian)

Related Post

Type your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *