Cerpen : WAKTUMU ADALAH BUKTI USAHAMU – Penulis Terpilih oleh Penerbit Gyfra Publishing –

Karya Oleh : Widya Lestiana Ningrum

Hai perkanalkan namaku Widya,tinggal di Kab.Magetan Jawa timur,aku anak perempuan tunggal dari kedua orang tuaku.Sekarang aku sedang menempuh Pendidikan S1 Administrasi negara semester dua,di Universita Muhammadyah Sidoarjo. Aku mau berbagi cerita nih ke kalian mungkin bisa memotivasi juga nantinya,insya allah.

Aku dibesarkan dikeluarga yang sangat sederhana, bapakku adalah penjaga SD negeri yang sudah bekerja selama 15 tahun tapi juga belum ada pengangkatan pegawai negeri,jadi jika dibilang gaji ya mungkin dibawah upah minimum di kabupatenku.Bapakku juga mempunyai pekerjaan samping  yaitu menjadi marbot sekaligus muadzin kata bapak bekerja di masjid itu tidak usah memikirkan berapa gaji yang kita dapat sebab pahala yang kita dapat jauh lebih besar daripada selembar uang. Ibuku juga bekerja sebagai pengelola kantin sekolah dasar, dan disaat pandemi seperti ini ibuku berjualan jus buah keliling yang ditawarkan di pasar-pasar dekat rumahku, kadang juga masih sisa banyak. Ibuku adalah orang yang pekerja keras,pantang menyerah,dan mempunyai ambisi yang tinggi. Kata malu saat jualan itu tidak ada,selama kita tidka melakukan kesalhan dan menjual halal kita tidak perlu malu, sebab nabi pun juga melakukan hal yang sama bukan yaitu berdagang.Kadang aku melihat ibuku berjualan panas keliling menawarkan jus yang hanya seharga tiga ribu rupiah masih ada tawaran bahkan yang menolak untuk membeli rasanya tak tega untukikut  membantu tapi ibuku melarang untuk aku bantu.

Perekonomian dikeluargaku memang naik turun,tetapi rezeki juga sudah Allah yang mengatur,ingat ya rezeki bukan hanya soal harta namun kesehatan pun juga rezeki yang Allah berikan. Oke aku lanjut ya, dulu semasa aku SMP kelas dua, aku berinisiatif untuk berbisnis apapun yang aku bisa, aku mencoba bisnis online mulai dari hijab,baju,dan sepatu. Berjalan hamper satu tahun dan alhamdulilah bisa untuk membantu sehari-hari. Aku juga tidak pernah meminta orang tuaku untuk memberi jatah bulanan untuk aku jajan, jadi dari bisnis kecil ini aku buat jajan sendiri dan aku buat rekening sendiri untuk tabunganku bisnis. Jalan di kelas tiga SMP, aku mulai belajar membuat cemilan yang aku fikir lebih banyak keuntungannya daripada menjadi reseller dari owner olshop, aku mencoba membuat pisang keju yang aku titipkan di kantin ibuku dan kantin MTs. Jadi aku atur waktu belajar,sekolah dan bisnis, bagaimana ketiganya bisa berjalan tanpa mengganggu belajarku.

Pukul 3 pagi aku Sudah bangun untuk menyiapkan pisang keju untuk aku titipkan di kantin MTs, sebelum memulai aku sholat tahajud dahulu baru aku beaktivitas selanjutnya,memotong pisang,menggoreng, dan lain sebagainya,aku usahakn subuh sudah selesai. Setelah sholat subuh,aku mandi,pukul 6 pagi aku setoran diibu kantin MTs kadang aku bikin sehari 20 mika,bahkan 30 mika, ya meskipun tidak setiap hari habis terjual.Lanjut ya gaes.. setelah setoran jajan aku langsung berangkat sekolah naik sepeda,pulang sekolah aku langsung ke kantin MTs lagi buat ngambil uang yang kemarin aku titipkan Kadang aku malu juga saat telat ngasih setoran jajan pagi yang biasanya jam enam pagi tapi aku antar jam setengah tujuh pagi jadi anak-anak MTs ngeliatin karena seragam aku beda. Tapi aku inget lagi pesan ibuku untuk tidak malu dan jangan gampang meyerah apalagi ini usaha sendiri bukan?

Bisnis cemilan ini sangat menguntungkan yang alhamdulilah aku bisa beli hp kisaran harga satu jutaan dari hasil uang aku sendiri,lalu di kelas satu SMK aku mulai belajar yang namanya buat roti brownis,ulang tahun,cake,dll. Aku mulai mencoba bisnis ini di kelas dua SMK sebab aku prakerin di rumah sakit dan sistem shif jadi yang ingin pesan roti aku bisa banyak waktu, semisal aku shif malam jadi pagi sampai sore aku bisa ngerjain orderanku,dan malamnya berangkat buat prakerin. Bisnis roti ini aku juga jalanin hingga sekarang aku kuliah. Jauh dari orang tua membuat aku untuk tidak tergantung terus ditambah aku ngekos.Alhamdulilah juga aku kuliah ini dari beasiswa pemerintah jadi tidak ada biaya apapun selama menempuh jenjang S1. Mungkin ini kerja kerasku selama ini mengatur waktu,bisnis,bahkan sekolah,dan bagaimana cara aku agar peringkat dan organisasi di sekolah tidak terhambat walaupun aku menjalankan bisnis ini. Ditambah musim pandemi seperti ini membuatku banyak waktu dikos jadi daring kuliah hanya sampai jam 2 siang selepas itu aku bisa membuat orderan. jika ada tugas Aku kerjain hari itu juga walaupun deadline waktu masih Panjang.            

Oke itu aja ya teman cerita aku semoga bermanfaat untuk kalian, Semangat untuk yang punya usaha apapun itu ingat Manjadda Wajadda siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkannya.


Related Posts

Umsida Launching PT Umsida Sinergi Utama dan Ekspor Perdana 2500 Tanaman Hias

Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menyelenggarakan peresmian PT Umsida Sinergi...

Tolak Masa Jabatan 3 Periode, Mahasiswa Umsida Turun ke Jalan Berunjuk Rasa

Umsida.ac.id – Tolak perpanjangan masa jabatan 3 periode, ratusan mahasiswa...

Leave a Reply